19 Agustus 2010 saya terbang bersama Mandala dari Jakarta menuju Yogyakarta. Jam keberangkatan saya pukul 9.50 am. Semenjak pesan tiket sebenarnya sudah curious, jangan-jangan saya mengalami delay super menjengkelkan lagi seperti yang pernah saya alami di Balikpapan. Namun, karena saya sudah cinta dengan Mandala, akhirnya kepulangan saya kali ini memilih Mandala. 18 Agustus 2010 saya mendapatkan text message dari Mandala, mengabarkan bahwa pesawat menuju Yogyakarta di reschedule menjadi jam 11.35 am. Well, oke lah mau ditunda hingga jam segitu pun tetap saja musti bangun ekstra pagi demi mencegah kemacetan di jalan.
Akhirnya saya sampai di airport jam 8.30 am kemudian check in dan menikmati kuliner di terminal 3. Sudah ditunggu-tunggu, hmm ternyata saya dapat message bahwa pesawat di tunda pula hingga jam 13 pm. Oh oh oh….Akhirnya jam 13.30 boarding juga
namun setelah sampai di dalam (dan pesawat sudah berjalan) mendadak ada pengumuman dari nona pramugari bahwa ada kerusakan pada pesawat sehingga harus di kembali ke parkiran pesawat
Oh oh oh….mendadak saya teringat lagi penyakit Mandala yang pas 3 kali saya alami termasuk kejadian ini. Saya pun bertanya-tanya. Ada apa sebenarnya dengan pesawat-pesawat Mandala. Kenapa maskapai ini tidak merawat pesawat-pesawatnya. Padahal banyak loh penggemar setia Mandala *termasuk me and my family. Akhirnya saya diterbangkan di jam 5 pm menuju Semarang :-0 ..Beuuugh….!!! Kemudian dari Semarang ke Jogja ngebis
hmmm cukup cape sih di jalan..Tapi saya selamat sampai di rumah.
Sebenarnya ada opsi sih penumpang diberi penginapan oleh Mandala, kemudian berangkat dari Jakarta jam 9.50 am. Itupun kalo enggak di delay lagi loh
Hmm sebenarnya saya bertanya-tanya dalam hati. Kenapa kerusakan itu engga terjadi saat lepas landas? Sepertinya itu sesuatu yang seru. Kemudian masker-masker berjatuhan karena oksigen yang menipis, lalu bersiap-siap memakai pelampung seperti yang diperagakan oleh nona pramugari, dan menuju pintu darurat *seperti di film-film. Oh oh, sepertinya sangat seru mengalami kekacauan di udara. Walau yah, itu hanya pikiran dalam alam imajinasi saya. Hehe..
Semoga secepatnya Mandala meningkatkan keamanan, kenyamanan untuk pesawat-pesawatnya, demikian jumlah pesawat, atau minimal pesawat cadangan deh. Apalagi sudah mulai terbang ke Singapura, Hongkong, dan Macau. Kacau juga kalo delay berjam-jam seperti itu. Bisa-bisa kalah saingan dengan maskapai lain. Padahal banyak loh yang suka sama Mandala *termasuk saya. Semoga kejadian kemarin adalah kali terakhirnya Mandala seperti itu. Semoga kedepannya semakin baik, semakin nyaman, semakin aman, semakin tepat waktu, semakin tidak ada sms alasan-alasan operasional dan lain-lain
Woah, ente kaga bilang kalo ada di semarang. kalo bilang tak jemput, terus tak anter sampe jogja jg ane mau tuh. wakakaka
tadinya mau ngehubungin ente gan. Tapi uda di urus kepulangan saya ke yogyakarta sama pihak mandala. Yang penting saya selamat gan, untung pesawat itu tidak jadi terbang.